Sat. Dec 7th, 2019

Marco Giampaolo Miliki Syarat Keberhasilan di AC Milan

3 min read
Marco Giampaolo Miliki Syarat Keberhasilan di AC Milan

Bandarbolanews – Marco Giampaolo resmi dipilih sebagai juru taktik baru AC Milan pada hari Rabu (19/6/2019).

“AC Milan mengumumkan pemilihan Marco Giampaolo sebagai manajer baru skuat utama secara efektif. Kontrak akan berakhir tanggal 30 Juni tahun 2021 dengan opsi perpanjangan sampai bulan Juni tahun 2022 nanti,” ungkap AC Milan melalui pernyataan resminya.

Marco Giampaolo kini menjabat sebagai pelatih ke-60 AC Milan, ia akan bertemu dengan I Rossoneri untuk pertama kalinya ketika pemusatan latihan jelang periode 2019 hingga 2020 yang digelar tanggal 9 Juli nanti di Kota Milanello.

Tak sedikit yang kurang yakin terhadap kemampuan Marco Giampaolo akan mampu membuat Patrick Cutrone dkk bangkit serta diperhitungkan lagi sebagai calon pemenang ajang Serie A.

Wajar bila melatih AC Milan adalah pekerjaan serius bagi Marco Giampaolo sepanjang kiprahnya menjadi pelatih klub.

Selain itu, Marco Giampaolo baru mengumpulkan 270 laga di ajang Liga Italia sebagai juru taktik.

Dia juga sempat menjadi asisten beberapa pelatih veteran seperti Carlo Mazzone, Edi Reja, Giovanni Galeone serta Nereo Rocco. Marco Giampaolo sering melatih tim medioker.

Marco Giampaolo pernah menangani Ascoli, Brescia, Catania, Cagliari, Cesena, Cremonese, Empoli dan Siena sebelum melatih Sampdoria selama tiga periode terakhir.

Dengan riwayat karir kepelatihan seperti itu, tidak mustahil bila beberapa orang meragukan kemampuan Marco Giampaolo akan mampu membangkitkan AC Milan. I Rossoneri terakhir kali menyabet gelar juara ajang Liga Italia periode 2010 sampai 2011.

Bahkan, Marco Giampaolo juga bukan pemain terbaik saat masih berlaga. Marco Giampaolo tidak pernah bertanding di ajang Liga Italia dan cenderung memperkuat tim ajang Serie C seperti Giulianova Calcio, Gubbio, Licata serta Siracusa sebelum menjalani debut di ajang Serie B dengan Fidelis Andria tahun 1995 silam.

Bagaimana ia mampu berhasil sementara beberapa nama terbaik seperti Clarence Seedorf, Sinisa Mihajlovic, Cristian Brocchi, Vincenzo Montella, Filippo Inzaghi serta Gennaro Gattuso tidak mampu melakukannya?

Akan tetapi, mungkin di sana kuncinya, Marco Giampaolo bisa saja sudah memenuhi persyaratan untuk berhasil menjadi pelatih baru AC Milan. Syarat tersebut adalah kiprah yang minim sebagai pemain.

Meski begitu, sejak masa Presiden Silvio Berlusconi pada pertengahan tahun 1980-an, I Rossoneri mempunyai beberapa riwayat terbaik saat mereka ditangani pelatih yang sebelumnya menjadi pemain cenderung tidak memuaskan.

Siapa yang mampu melupakan Arrigo Sacchi selaku pelatih legendaris yang dulu menciptakan The Dream Team pada akhir tahun 1980-an?

Bahkan, Arrigo Sacchi tidak memiliki sejarah sebagai pilar tangguh. Ia hanya pemain biasa sekaligus penjual sepatu.

Namun, AC Milan sukses menyabet 8 trofi ajang domestik maupun internasional, termasuk Piala Champions tahun 1989 serta 1990 silam selama dilatih Arrigo Sacchi.

AC Milan juga meraih gelar juara ajang Liga Italia periode 1998 sampai 1999 ketika ditangani Alberto Zaccheroni. Karir Alberto Zaccheroni sebagai bintang lapangan terbilang jelek.

Bagaimana tidak, dia hanya bisa memenangkang ajang Serie C1 dan Serie C atau divisi tiga serta empat ajang Liga Italia.

Cedera harus menghentikan kiprah Alberto Zaccheroni sebagai pemain lebih awal dan ia telah menjadi manajer tim sejak umur 30 tahun.

Alberto Zaccheroni sempat menangani klub semenjana seperti Bologna, Venezia dan Udinese sebelum melatih AC Milan.

Sementara itu, AC Milan juga sempat ditangani Massimiliano Allegri, yakni orang yang menyerahkan scudetto terakhir tahun 2010 hingga 2011.

Saat masih berlaga, Massimiliano Allegri pernah merumput di ajang Serie A, namun hanya dengan tim kecil Pescara tahun 1992 sampai 1993.

Ia pun memperkuat beberapa klub lainnya seperti Aglianese, Cagliari, Livorno, Padova, Pavia, Pisa serta Pistoiese.

Karirnya sebagai manajer sebelum di AC Milan juga sekadar di sejumlah tim mediakor seperti Cagliari, SPAL dan Sassuolo.

Oleh karena itu, pendukung AC Milan bisa saja semakin optimistis mengikuti perekrutan Marco Giampolo bak juru taktik terbaru klub andalannya.

Seperti kisah sukses Arrigo Sacchi, Alberto Zaccheroni serta Massimiliano Allegri yang kini diperlukan AC Milan mungkin bukan juru strategi dengan latar belakang kiprah yang cemerlang sebagai bintang lapangan.

1 thought on “Marco Giampaolo Miliki Syarat Keberhasilan di AC Milan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *