Sun. Sep 15th, 2019

Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, 5 Bintang Ini Jadi Rival Negara Sendiri

4 min read
Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, 5 Bintang Ini Jadi Rival Negara Sendiri

Cristiano Ronaldo yang merupakan megabintang Juventus adalah pemain kebanggaan Portugal. Ia bisa mengubah negaranya menjadi negara yang besar dalam dunia sepak bola. Pemain berumur 34 tahun itu telah membela Timnas Portugal sejak tahun 2003 silam. Ia sudah menorehlan 88 gol dari 158 laga, serta dinobatkan sebagai top scorer Timnas Portugal sepanjang sejarah.

Selain itu, Cristiano Ronaldo juga masuk dalam buku sejarah bersama Timnas Portugal. Ia menjadi bintang terlama yang membela negaranya, lebih dari 15 tahun sampai berstatus sebagai pemain yang paling banyak menorehkan hat-trick bagi Selecao, tepatnya tujuh kali.

Baca juga: 3 Bintang Madura United yang Bisa Jadi Ancaman Bagi Persija

Bahkan, mantan pemain Manchester United tersebut pernah menolong Timnas Portugal meraih trofi perdana di level internasional. Cristiano Ronaldo berkontribusi bagi negaranya dengan memenangkan ajang Piala Eropa tahun 2016. Kemudian, CR7 juga menyerahkan gelar juara UEFA Nations League musim 2018 hingga 2019 kepada Timnas Portugal.

Bersebrangan dengan Cristiano Ronaldo, enam pemain terbaik ini justru melawan negaranya masing-masing dalam dunia sepak bola. Berikut ini adalah daftar para pemain tersebut, antara lain :

  • Deco

Anderson Luis de Souza alias Deco adalah mantan gelandang Chelsea sekaligus FC Barcelona. Ia lahir serta dibesarkan di Kota Sao Paolo | Brasil. Ketika berusia belia, ia berharap mampu membela Timnas Brasil. Akan tetapi, dia hengkang ke Portugal saat berumur 20 tahun. Ia berlaga dengan Benfica dan Porto di sana, serta memutuskan untuk memperkuat Timnas Portugal karena merasa nyaman dengan kondisi di negara itu.

Deco sudah memperkuat Timnas Portugal dalam 75 laga sejak tahun 2003 sampai 2010. Ia menorehkan 5 gol bagi Seleccao, yaitu sebutan bagi Timnas Portugal. Dia patut menghadapi negara asalnya, Brasil pada tanggal 23 Maret tahun 2003 silam di Estadio das Antas | Porto | Portugal. Saat itu, ia sukses menorehkan gol penentu keberhasilan Portugal atas Brasil dalam pertandingan uji coba dengan skor akhir 2-1.

  • Diego Costa

Diego Costa yang merupakan mantan striker Atletico Madrid lahir di Kota Lagarto | Sergipe | Brasil. Dia sempat memperkuat Timnas Brasil pada bulan Maret tahun 2013. Namun, sebulan berikutnya ia menerima kewarganegaraan Spanyol. Federasi Sepak Bola Spanyol langsung memohon FIFA untuk mengizinkan mereka menaturalisasi sang pemain. Permohonan itu dikabulkan lantaran Costa hanya berlaga dalam laga uji coba tidak resmi dengan Brasil.

Kemudian, Diego Costa sepakat membela Timnas Spanyol karena menerima waktu berlaga lebih banyak dibandingkan Timnas Brasil. Ia pun bermain dengan Spanyol pada ajang Piala Dunia tahun 2014. Namun, kehadirannya tidak membuat negaranya berhasil di turnamen itu.

Nasib buruk juga dialami Diego Costa ketika Piala Dunia tahun 2014 karena ia menerima hinaan dari penonton Brasil. Tak hanya itu, Federasi Sepakbola Brasil alias CBF geram dengan pilihan sang pemain untuk tetap membela Timnas Spanyol. CBF menyebut Costa sebagai pemain yang gila harta.

  • Lucas Podolski

Lucas Podolski lahir di Polandia. Dia adalah mantan striker Arsenal dan begitu matang dalam teknik dan piawai untuk skill personal. Kendati demikian, ia memang lahir di Polandia, namun dibesarkan di Jerman. Maka dari itu, dia memiliki dua kewarganegaraan. Walaupun mampu berlaga bagi Timnas Polandia, namun dirinya lebih memilih memperkuat Timnas Jerman. Ia membela Den Panzer sejak tahun 2004 silam.

Striker berumur 30 tahun tersebut sudah menorehkan 48 gol dari 126 laga bersama Timnas Jerman. Lucas Podolski juga menjadi salah satu pemain Den Panzer ketika memenangkan Piala Dunia tahun 2010 di Brasil. Ia pun sering menghadapi Timnas Polandia dalam beberapa laga. Dia membela Jerman kala menjamu Polandia pada bulan September tahun 2015 dalam petandingan kualifikasi ajang Piala Eropa tahun 2016.

Berlaga menghadapi Timnas Polandia selalu menjadi pertandingan paling menegangkan baginya. “Saya sangat emosional dalam laga kontra Timnas Polandia. Saya bertanding untuk Timnas Jerman, namun tidak pernah menghapus Polandia dari hati ini. Saya lahir di sana, serta keluarga berada di sana, sedangkan Gornik Zabrze sebagai tim yang saya cintai juga berbasis di Polandia.” ungkap Lucas Podolski.

  • Miroslav Klose

Miroslav Klose adalah top scorer di Piala Dunia. Ia sebetulnya tidak lahir di Jerman, namun di Kota Opole | Polandia pada tanggal 9 Juni tahun 1978. Dia memilih membela Timnas Jerman menghadapi Polandia lantaran bergabung dengan Den Panzer membuat dirinya mampu meraih medali lebih banyak. Pilihan Klose selalu benar, Jerman sukses menjuarai Piala Dunia tahun 2014 di Brasil.

Mantan striker Bayern Munchen tersebut sudah menorehkan 71 gol dari 137 laga sejak tahun 2001 sampai 2014 bersama Timnas Jerman. Miroslav Klose juga menerima penghargaan FIFA World Cup Golden Shoe pada tahun 2012. Dia sendiri sebetulnya telah berulang kali menghadapi Polandia. Meski begitu, Polandia tetap berada di hatinya. “Saya masih mencintai dan menyayangi Polandia, serta melawan mereka adalah suatu hal yang sulit untuk dilupakan.” ujar Miroslav Klose.

  • Pepe

Pepe dikenal sebagai mantan bek andalan Real Madrid yang lahir di Kota Maceio | Brasil, tepatnya 33 tahun silam. Dia adalah bek hebat, liar dan piawai dalam duel udara. Ia pun handal memainkan emosi rival. Peppe tidak enggan menghentikan serangan lawan dengan tekel sangat kasar.

Bintang yang bernama asli Kepler Laveran Lima Ferreira tersebut memilih memperkuat Timnas Portugal lantaran talentanya tidak diakui oleh Timnas Brasil. Ia membela Portugal sejak tahun 2007 sampai sekarang. Dia juga telah menjamu Negeri Samba dan laga yang diingat sang pemain yakni saat tahap penyisihan Grup G ajang Piala Dunia tahun 2010 yang berlangsung di Moses Mabhida Stadium | Durba.

Pepe menunjukkan performa terbaiknya untuk mengentikan serangan Timnas Brasil. Kehebatan sang pemain pada sektor pertahanan membuat skor berakhir seri tanpa gol, sedangkan hasil tersebut membuat Timnas Portugal berhasil melaju ke tahap 16 besar dalam turnamen itu. Ia sudah menjuarai Piala Eropa tahun 2016 serta UEFA Nations League musim 2018 hingga 2019 bersama Portugal.

1 thought on “Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, 5 Bintang Ini Jadi Rival Negara Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *