Sun. Aug 18th, 2019

3 Tugas Frank Lampard Usai Chelsea Didepak Manchester United

3 min read
3 Tugas Frank Lampard Usai Chelsea Didepak Manchester United

Chelsea memulai laga perdana ajang Premier League pada hari Minggu (11/8/2019) dengan hasil minor. Pasalnya, mereka harus mengakui kehebatan Manchester United dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Old Trafford itu. The Blues menerima serangan mematikan dari The Red Devils. Pasukan Frank Lampard justru kemasukan gol penalti yang diciptakan oleh Marcus Rashford.

Tak hanya itu, usaha mereka mengejar defisit gol berujung kebuntuan pada tahap kedua. Chelsea kemasukan tiga gol akibat kurang persiapan melawan kecepatan para pemain depan Manchester United. The Blues harus menelan kekalahan telak dengan skot akhir 4-0 atas The Red Devils di era kepelatihan Frank Lampard usai menggantikan Maurizio Sarri sebagai pelatih.

Baca juga: 5 Bintang Man United yang Tampil Gemilang Saat Bungkam Chelsea

Walaupun menangani Chelsea dengan status sebagai legenda, realitanya Frank Lampard punya jam terbang yang minim. Dia hanya semusim melatih Derby County. Ia pun tidak mampu merekrut pemain lantaran The Blues dilarang beraktivitas pada bursa transfer lantaran kasus pembelian pemain ilegal.

Chelsea diagendakan bakal menghadapi Liverpool di Piala Super Eropa pada hari Kamis (15/8/2019). Frank Lampard patut menyelesaikan tugas-tugasnya yang sudah menanti bila ingin The Blues tidak kembali menelan kekalahan dengan skor telak. Berikut ini adalah kewajiban yang harus dituntaskan Lampard usai The Blues dikalahkan Manchester United, antara lain :

  • Maksimalkan Potensi Jorginho

Jorginho tidak luput dari kritikan tajam sepanjang musim lalu. Gelandang asal Italia tersebut tampak kesulitan menemukan permainan terbaiknya di The Blues. Ia diharapkan bertanding sebagai deep lying playmaker, namun diturunkan sebagai kartu mati ketika Chelsea melakukan transisi permainan secara bertahan.

Dia tidak sekeras N’Golo Kante sebagai pemain pertama yang menghentikan sektor pertahanan lawan. Kelemahan Jorginho kala menghadapi Manchester United sangat terlihat jelas. Dia selalu kalah lari dengan trio bomber The Red Devils.

  • Temukan Pelapis Eden Hazard

Chelsea merasa kehilangan separuh nyawa permainan terbaiknya usai Eden Hazard bergabung dengan Real Madrid. Pemain asal Belgia itu bukan hanya aktif menorehkan gol, tetapi juga diandalkan untuk menghancurkan pertahanan rival dengan penampilannya yang gemilang.

Ketika melawan Manchester United, Chelsea melibatkan Mason Mount, Pedro serta Tammy Abragam pada lini sebelah depan. Permainan gabungan di antara mereka selalu mudah dibaca tim tuan rumah. Tiga pemain tersebut tampak belum mengatur ketajamannya satu sama lain. The Blues berlaga tanpa nyawa lantara tidak ada bintang terbaik seperti Eden Hazard.

Selain itu, keputusan Frank Lampard mulai memainkan Christian Pulisic pada menit ke-58 juga meragukan. Pemain asal Amerika Serikat tersebut memiliki gaya bermain nyaris serupa dengan Eden Hazard. Sementara itu, keberanian sang manajer menunjuk Tammy Abraham sebagai pemain inti cukup berbahaya. Dia tampak kurang percaya diri dan selalu salah saat bermain untuk menerima sebuah kesempatan emas, sedangkan Chelsea hanya memiliki Olivier Giroud sebagai target man.

  • Ubah Ketajaman Lini Belakang

Keputusan The Blues melepas David Luiz pada bursa transfer musim panas tahun 2019 tampak rumit. Chelsea tidak memiliki bek tengah yang profesional untuk menghadapi beberapa pertandingan penting. Bahkan, mereka sebelumnya sudah menjual Garry Cahlil.

Duo bek sebelah tengah ketika melawan Manchester United tampak lemah. Andre Christensen serta Kurt Zouma bukan pemain yang mampu menjadi pemimpin di lini belakang. Mereka hanya bermain sebagai pendamping dan tidak diturunkan sebagai penentu garis komando. Zouma adalah pemain Everton yang berstatus sebagai pinjaman pada musim lalu, sedangkan Christensen adalah bek pengganti.

Kemudian, Chelsea tampak kesulitan melawan permainan Manchester United setelah Antonio Rudiger absen akibat cedera serius. Tak hanya itu, koordinasi duo stopper terkesan buruk dan mereka menjadi bahan serangan balik Setan Merah. Frank Lampard patut berusaha keras menentukan kombinasi bek posisi tengah yang kuat. Semua pemain yang tersisa cenderung kurang berpengalaman. Michael Hector dan Kenneth Omeruo bakal mengalami cedera bagian punggung ketika berlaga sebagai pemain utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *